Sabtu, 19 Maret 2011

Peluang Ekspor & Tujuan Ekspor Beserta Barangnya

Dampak krisis keuangan global telah merambah ke Indonesia. Menurut Departemen Perdagangan, pasar ekspor ke Eropa turun dari 17,1% (2003) menjadi 13,9% (pertengahan 2008); pasar ke Amerika turun dari 14,7% menjadi 11,6%; sedangkan pasar ekspor ke Jepang turun dari 14,4% menjadi 12,5%. Selain itu, yang perlu mendapatkan perhatian adalah kemungkinan membanjirnya berbagai produk luar negeri yang diakibatkan tidak terserapnya produk tersebut di pasar-pasar negara-negara maju seperti Eropa, Jepang dan Amerika.
Ekspor Negara berkembang ke negara Uni Eropa cenderung menurun. Terutama untuk kategori tumbuhan alkaloid, impor dari negara berkembang menunjukkan penurunan sebanyak 17% setiap tahunnya antara tahun 2000 dan 2004. Namun, jika dilihat dari pangsa total keseluruhan impor di Uni Eropa, negara berkembang memiliki posisi stabil pada perdagangan bahan baku alami untuk farmasi.
Pada 2004, negara berkembang kuat pada sisi pemasok tumbuhan obat dan tanaman aromatik, secara nilai sekitar 39% dari total impor anggota Uni Eropa, dan 50 % secara volume dari total impor Uni Eropa. Selama beberapa tahun terakhir, pangsa impor ke Uni Eropa dari negara berkembang selalu berfluktuasi pada level ini.


Menurunnya pasar ekspor dan membanjirnya produk luar tersebut apabila tidak diantisipasi dengan baik akan berimbas pada terganggunya industri nasional kita. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan produksi industri di Indonesia terutama industri pengolahan besar dan sedang pada triwulan III (2008) hanya naik sebesar 1,6% dari tahun 2007. Hal ini jauh menurun jika dibandingkan dengan kenaikan produksi pada Triwulan III (2007) yang sebesar 5,57 persen dari tahun 2006.

Presiden telah memberikan 10 arahan untuk antisipasi krisis global, empat di antaranya adalah usaha sektor riil harus tetap bergerak, cerdas menangkap peluang kerja sama dengan negara lain, cinta menggunakan produk dalam negeri, perkokoh sinergi dan kemitraan pemerintah dan dunia usaha. Arahan presiden tersebut merupakan momentum bagi kita untuk membuat terobosan dan berinovasi.

Produk Jadi dan Industri Kreatif

Perlunya berinovasi tidak lepas dari kondisi komoditas ekspor kita yang masih didominasi produk-produk bahan baku atau barang setengah jadi. Padahal, jika produk tersebut diolah, selain bisa meningkatkan nilai tambah, juga akan membangkitkan industri nasional yang mampu menyerap tenaga kerja baru. Inovasi perlu dukungan aktivitas riset dan pengembangan yang sejalan dengan kebutuhan industri.
Contoh inovasi yang berpotensi menembus pasar dunia adalah apa yang telah dihasilkan oleh Linawati Hardjito dkk dari IPB yang telah mengembangkan ekstrak, proses pembuatan, penggunaan dan formulasi biji mangrove sebagai bahan aktif tabir surya.
Contoh barang ekspor dari Indonesia.
Indonesia telah mengekspor produknya ke negara-negara barat seperti Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Asia, baik bahan baku produk dan produk-produk kerajinan yang sangat terkenal di luar negeri. Selain itu, masih banyak produk Indonesia yang sudah dikenal ke luar negeri, seperti, furniture, garmen, kerajinan tangan, batu alam, sarang burung walet, produk kertas, dan lain-lain. Semua produk memiliki kualitas internasional dan barium alam.

Indonesia's Top Ekspor ke Amerika
Among the top 10 Indonesian exports shipped to the US in 2008, 4 of these product categories exceed $1 billion. Di antara top 10 ekspor Indonesia dikirim ke Amerika Serikat pada tahun 2008, 4 dari kategori produk melebihi $ 1 miliar. Seven product categories had positive percentage gains ranging from 0.9% to 56.6%. Tujuh kategori produk memiliki persentase keuntungan positif berkisar dari 0,9% menjadi 56,6%. The 3 Indonesian export categories with decreased US sales last year experienced minor single-digit declines. The 3 kategori ekspor Indonesia dengan penjualan AS menurun tahun lalu mengalami penurunan satu digit kecil.
1. Kapas pakaian dan barang rumah tangga ... US $ 2,4 miliar, naik 3,3% dari tahun 2007 (15,3% impor AS dari Indonesia)
2. Karet alam... $ 1,7 miliar sampai 32,1% (10,9%)
3. tekstil pakaian jadi dan barang rumah tangga ... $ 1,4 miliar, turun 3,9% (8,8%)
4. Ikan dan kerang ... $ 1,1 miliar, sampai 24,5% (6,9%)
5. termasuk perabot rumah tangga dan keranjang ... $ 587.700.000, turun 8,1% (3,72%)
6. Minyak mentah ... $ 579.100.000, naik 56,6% (3,67%)
7. Alat Olahraga dan berkemah pakaian, alas kaki dan gear ... $ 471.700.000, naik 0,9% (3%)
8. Aksesoris komputer ... $ 462.200.000, naik 23,1% (2,9%)
9. Industri bahan kimia organik ... $ 425.300.000, naik 73,9% (2,7%)
10. Peralatan video termasuk penerima televisi dan VCR ... $ 346.300.000, turun 2,3% (2,2%).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar